Muriel Pearson, perempuan Amerika begitu cinta negeri ini. Dalam bukunya Revolt in Paradise, ia menuliskan kisah yang dialaminya sendiri dalam Pertempuran di Surabaya, November 1945, Muriel yang dikenal dengan nama samaran Ktoet Tantri mengibaratkan Sang Pembebas Perbudakan, Abraham Lincoln, sedang berjalan-jalan di kota, di mana rakyatnya sedang berjuang merebut kembali dan mempertahankan kebebasan yang baru saja mereka peroleh.
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Juli 2014
Bangsa Budak!
Muriel Pearson, perempuan Amerika begitu cinta negeri ini. Dalam bukunya Revolt in Paradise, ia menuliskan kisah yang dialaminya sendiri dalam Pertempuran di Surabaya, November 1945, Muriel yang dikenal dengan nama samaran Ktoet Tantri mengibaratkan Sang Pembebas Perbudakan, Abraham Lincoln, sedang berjalan-jalan di kota, di mana rakyatnya sedang berjuang merebut kembali dan mempertahankan kebebasan yang baru saja mereka peroleh.
Selasa, 25 Februari 2014
Che Guevara
Kalau aku boleh memilih untuk berjuang, mungkin saat ini aku ingin tinggal bersama kalian. Melewati jalanan yang padat lalu lintas, dengan iring-iringan spanduk yang panjang, kalian ketuk nurani para penguasa. Kaum yang berbaju megah, berkendaraan bagus dan punya mobil mengkilap. Kalian pertaruhkan segalanya, kesempatan untuk hidup senang, Kemapanan pekerjaan, dan sekolah yang kian mahal.
Minggu, 09 Februari 2014
Senin, 27 Januari 2014
Jumat, 15 November 2013
Topeng Guy Fawkes, simbol perlawanan global
Perang dunia maya (cyberwar) yang belakangan ini diletupkan Anonymous Indonesia telah memunculkan simbol-simbol yang kurang awam bagi masyarakat luas. Misalnya saja, sebuah topeng putih dengan kumis melengkung dan jenggot satu garis.
Jika ditarik ke belakang, topeng yang sering dipakai untuk protes di jalan-jalan, seperti Occupy Wall Street di AS, itu memiliki sejarah yang panjang. Topeng itu sejatinya menggambarkan Guy Fawkes, anggota paling terkenal dari Plot Bubuk Mesiu (Gunpowder Plot), yang berupaya untuk meledakkan House of Lords (Parlemen Inggris) di London pada 5 November 1605.
Minggu, 10 November 2013
Manusia dan keadilan
Setiap kehidupan manusia dalam melakukan aktivitas nya pasti pernah mengalami perlakuan yang tidak adil. Jarang sekali kita mengalami perlakuan yg adil dari setiap aktivitas yang kita lakukan. Dimana setiap diri manusia pasti terdapat suatu dorongan atau keinginan untuk berbuat jujur namun terkadang untuk melakukan kejujuran itu sangatlah sulit dan banyak kendala nya yang harus di hadapi, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Jumat, 08 November 2013
Jumat, 01 November 2013
Sejak Dulu, Hanya Capres Ini yang Giat Perjuangkan Nasib Buruh
Sungguh kasihan buruh. Ini adalah pandangan objektif saya. Saya bukan berasal dari keluarga buruh. Ayah saya adalah seorang pensiunan PNS, masa kerja terakhirnya hanya sebagai salah seorang staf di salah satu kelurahan.
Namun kondisi ekonomi keluarga PNS di masa dulu masih sangat serba sulit. Dan kondisi itulah yang membuat saya beberapa kali juga telah pernah merasakan menjadi seorang “buruh” demi “menambal biaya sekolah dan kuliah saya dulu.
Rabu, 09 Oktober 2013
Karl Marx
~ Karl Marx
Senin, 30 September 2013
Working class heroes (Bahasa Indonesia)
Indonesia dan Kolombia adalah negara-negara yang ekonominya bertumbuh pesat, tapi pekerjaan serikat buruh di sana jauh dari aman. Namun berkat generasi baru pemimpin serikat buruh, maka terwujudlah hak berorganisasi dan berunding secara kolektif. Di Indonesia jutaan pekerja turun ke jalan. Dan perusahaan tambang batu bara terbesar di Kolombia tutup selama sebulan. Kekuatan serikat pekerja meningkat terus. Tapi untuk berapa lama lagi ?
Working Class Heroes menunjukkan kenyataan sehari-hari pahlawan serikat pekerja di Indonesia dan Kolombia serta kegigihan mereka mewujudkan pembagian pertumbuhan ekonomi yang lebih adil.
Film dokumenter WORKING CLASS HEROES adalah karya sineas Huub Ruijgrok dan Arno van Beest. Diproduksi oleh World Report yang bekerjasama dengan FNV Mondiaal, Mei 2013.
©FNV Mondiaal 2013
www.fnvmondiaal.nl
Facebook: workingclassheroesdocumentary
Youtube : http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=AMn7ZATlawg
Selasa, 24 September 2013
Selamat Hari Tani Nasional....
Hormat kami kepada para Petani... yang memberikan darah, nyawa, tenaga, keringat dan air matanya untuk kehidupan.... di negeri subur nan kaya raya... namun para Petani dan Rakyat Pekerja lainnya... masih dijajah... tanah garapan mereka disandera, panen mereka dibanjiri oleh panenan impor, Rezim dan Sistem dinegeri ini digadaikan hanya untuk kesejahteraan kaum pemilik modal...
Mari menata barisan... perkuat hati, pikiran, raga dan jiwa kita... untuk kemandirian, kedaulatan dan budaya yang luhur... mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, setara, tanpa penindasan dan penghisapan...
Hidup Kaum Tani yang terus gigih berlawan !!!
Selamat Hari Tani Nasional. mari kita Bergabung...kawan..membangun Persatuan..
Senin, 16 September 2013
“ILO principles concerning the right to strike” ( Prinsip Dasar Tentang Hak Mogok )
Buku ini dikeluarkan oleh ILO dengan judul asli “ILO principles concerning the right to strike” ditulis pada tahun 2000 oleh Bernard GERNIGON, Alberto ODERO dan Horacio GUIDO.
Buku ini diterjemahkan dalam edisi bahasa Indonesia menjadi Hak Mogok.
Minggu, 15 September 2013
Inilah 20 Lagu Protes Paling Populer
Berikut ini kami hamparkan 20 lagu protes paling terkenal versi New Statesman, sebuah majalah politik dan kebudayaan di London, Inggris. Majalah ini sudah berdiri sejak tahun 1913 dan, konon kabarnya, didirikan oleh anggota Fabian Society.
20 lagu yang terpilih itu berasal dari berbagai genre musik: lagu-lagu rakyat, Punk, Rock, Ska, Jazz, dan lain-lain. Kedua lagu itu membawa pesan-pesan dan ide-ide yang membuat orang bangkit.
Namun, penjelasan mengenai lagu ini telah kami perkaya dari berbagai sumber lain. Berikut 20 lagu protes paling terkenal tersebut:
Rabu, 21 Agustus 2013
Ekonomi Politik: Pengertian Upah Layak
Belajar lah ekonomi-politik:
Pertanyaan selanjutnya bagi kita adalah: apa pengertian pokok dari “upah sehari yang layak bagi kerja sehari yang layak” ? Orang bisa saja mengatakan, yang dimaksud dengan upah sehari kerja, dalam kondisi normal adalah jumlah yang diperlukan oleh pekerja untuk mencukupi semua kebutuhan hidupnya. Sedangkan kerja sehari yang layak adalah lamanya hari kerja dan intensitas/keseksamaan kerja yang dicurahkan sehari penuh tanpa menyebabkan ketidakmampuan untuk bekerja pada hari berikutnya dan seterusnya. Selasa, 23 Juli 2013
Errico Malatesta
Adalah
tujuan kita bahwa semua orang akan sadar dan berhasil secara sosial.
Tapi untuk mencapai akhir ini, sangat dibutuhkan untuk melengkapi
seluruhnya dengan sebuah makna hidup dan pembangunan, dan oleh karena
itu untuk menghancurkan (tatanan sosial lama) sangat dibutuhkan
kekerasan, semenjak satu orang tidak mungkin melakukan hal yang
sebaliknya, maka kekerasan akan menyangkal ketidakmampuan tersebut.
*Errico Malatesta*
RIP Errico Malatesta: December 14, 1853 - July 22, 1932.
Sabtu, 20 Juli 2013
Kaca Benggala: Sumpah Palapa
Ibarat pepatah, sebagai sebuah bangsa kita sedang berlayar dengan perahu besar, melawan gelombang liar. Dikurung langit yang tlah menggumpal hitam, sebentar lagi badai pasti datang. Terombang-ambing, dihempas, gulungan ombak yang ganas. Rombongan manusia besar, di geladak duduk berjajar, bingung, ada yang terpekur murung, yang lain memekik meraung-raung. Bahan makanan menipis, harta benda yang kita punya tiada lama lagi akan habis. Perompak, kapal kita penuh perompak. Berpesta pora, merampas segalanya, meludahi harga diri kita.
Neoliberalisme dan Perjuangan Buruh
Perbincangan mengenai nasib buruh tidak akan pernah mendapati ujung, ketika kompetisi modal diberi ajang yang lebar; ketika sistem memberikan penghormatan terhadap kepemilikan pribadi. Dan eksploitasi membabibuta terhadap buruh bisa diawali dari fakta ini, dimana buruh sudah dipandang sebagai komoditas yang bebas diperlakukan untuk melipatgandakan keuntungan dari modal yang telah ditanam.
Rabu, 17 Juli 2013
KLAS BURUH SEBAGAI PEJUANG PELOPOR UNTUK DEMOKRASI
Senin, 01 Juli 2013
Rizal Ramli: Lingkaran Kemiskinan Buruh dengan Pendidikan Harus Diputus
Ketua Umum Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) Rizal Ramli
menyatakan, komersialisasi pendidikan wajar terjadi di sekolah-sekolah
swasta. Tatapi sekolah-sekolah negeri ternyata juga mengenakan biaya
tambahan amat tinggi, hingga sulit dijangkau 44 juta keluarga buruh dan
sebagian besar rakyat Indonesia. Padahal, konstitusi mengamanatkan
setiap warga negara berhak atas pendidikan dan negara berkewajiban
mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Saya dapat keluhan dari kawan-kawan
di Yogyakarta yang tidak bisa memasukkan anaknya ke Gajah Mada. Mereka
harus menyediakan biaya sedikitnya Rp10-20 juta supaya anaknya biasa
kuliah di universitas negeri. Bahkan untuk masuk SMP SMA, rakyat harus
punya uang Rp2 juta sampai Rp5 juta. Ini jelas sangat berat. Sistem
neolib telah membunuh harapan dan masa depan anak-anak buruh dan rakyat
kita,” ujar Rizal Ramli di hadapan sekitar 1.000 buruh anggota Federasi
Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSMPI) di Halim, Jaktim, Senin (1/7).
Langganan:
Postingan (Atom)




















